Minggu, 09 Oktober 2016

TOP CARA JITU MENUMBUHKAN RASA BELAJAR PADA ANAK

CARA JITU MENUMBUHKANB RASA SEMANGAT BELAJAR PADA ANAK
Hasil gambar untuk CARA MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR
Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya tidak senang belajar, bermain saja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir di seminar saya.
Para pembaca, percayakah anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tetapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.
Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah, yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh.. itu kotor, tidak boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar.
 
Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu di isi.

Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “Lha tadi sudah tanya, sekarang tanya lagi, dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya, sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak.
Ketika ada barang baru di rumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.
Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?
Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Armand. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Armand tidak naik kelas.
Saat bertemu, saya yakin Armand adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris).
BERIKUT BEBERAPA CARA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENUMBUHKAN RASA SEMANGAT BELAJAR

1.ATUR JADWAL UNTUK BELAJAR
 atur jadwal belajar kamu sehingga nggak mengganggu aktivitas yang lain, misalnya sekolah atau les. Aturlah waktu belajar dimana kamu benar-benar luang pada saat itu, dan yang terbaik yang bisa kamu lakukan adalah belajar. Jangan pernah menjadwalkan jam belajar pada malam hari setelah beraktivitas, sebab hal tersebut malah akan membuat kamu nggak fokus ketika belajar.

2.TEMPELKAN KALIMAT-KALIMAT MOTIVASI DIDINDING KAMAR
 Selain menempelkan kertas tujuan belajar, kamu juga perlu menempelkan kalimat-kalimat motivasi yang bisa memberikan semangat dan menambah gairah belajar kamu.

3.BERTEMAN DGN TEMAN YANG RAJIN BELAJAR
 
Ketika kamu bergaul dengan teman yang rajin belajar, otomatis kamu juga akan ikutan rajin belajar. Maka dari itu, bertemanlah dengan teman-teman yang rajin belajar biar kamu ketularan belajar.

4.HARGAILAH WAKTU SEBAIK MUNGKIN

Yang paling penting adalah gimana kamu menghargai setiap waktu yang diberikan Tuhan kepada kamu. Apakah kamu akan menghabiskan waktu kamu hanya untuk bersenang-senang atau melakukan hal yang berguna, itu keputusan kamu. Ingat, apa yang kamu tanam hari ini akan kamu tuai di masa mendatang.

5.BUAT SATU TUJUAN BELAJAR
 membuat tujuan yang pasti dengan niat yang kuat. Misalnya nih, kamu pengen banget masuk ke sekolah lanjutan atau perguruan tinggi favorit. Niatlah dari dalam hati dan tuliskan tujuan kamu ke secarik kertas. Pajanglah di dinding kamar dimana kamu bisa melihatnya setiap hari.